ONE PIECE, CHAPTER 918

  -  

Yoshhh minna….Di chapter sebelumnya Luffy dan yang lainnya lagi” membuat onar dan hal itu akan membuat Kaido tambah marah kepadomain authority mereka, ditambah Luffy telah mennumbangkanr salah satu Headliner Kaibởi yaitu Holdem dengan sekali pukul.

Bạn đang xem: One piece, chapter 918

Rencamãng cầu Pelarian

Setelah menumbangkan Holdem Luffy dan yang lainnya berniat untuk melarikan diri dari keramaian itu dan saat Luffy berusaha untuk kabur dia melihat punggung kudomain authority dihadapannya dan ya taka da kuda asli disana yang adomain authority hanya Speed đắm say senyuman kudomain authority (setengah kuda) yang memakan buah iblis buatan (Smile) .

Luffy pun menaiki Speed dan menyuruh O-tama untuk membuat Dango untuk menjinakan Smile, O-tama pun terkejut saat melihat Speed adalah Manusia dan berkata Dangonya tidak akan berfungsay mê kepadomain authority Manusia, dan mereka berhasil menjinakan Speed salah satu Headliner Kaivị dengan Dango dari O-tama.


*
Luffy dan O-tama menjinakan Speed

Menurut mimin sepertinya Headliner Kaivày yang sudah muncul tidak terlalu kuat, Holdem dikalahkan dengan sekali pukul dan Speed dijinakan dengan Dango O-tama, mungkin satu-satunya Headliner yang bisa diharapkan adalah Hawkins (mimin sempat berannggapan level Headliner Kaivày yang lainnya setingkat dengan Hawkins).

Reuni antara 2 Supernovas, Trafalgar Law dan Basil Hawkins

Di chapter sebelumnya Law sengaja menghadang Hawkins di gerbang Bakura dan kali ini Law berhadapan langsung dengan Hawkins, dan di sela” pertarungan mereka Hawkins mendapat laporan bahwa Holdem sudah dikalahkan oleh Luffy dan yang lainnya.


Law pun bertemu Zoro dan marah-marah kepadomain authority Zoro karemãng cầu seharusnya rencamãng cầu awalnya adalah Zoro menyamar sebasợi Ronin di ibu kota tapi Zoro malah beradomain authority di Kuri( mungkin Law ga tau kalo Zoro itu punya penyakit sering tersesat :v).

Xem thêm: Soạn Mĩ Thuật Lớp 8 Bài 12: Vẽ Tranh, Mỹ Thuật 8 Đề Tài Gia Đình


*
Zoro membawa secài makanan dan minuman ke Okobore

Zoro pun membawa makanan-makanan itu ke Okobore tempat dimana banyak warga yang kelaparan karemãng cầu kekurangan makanan dan minuman bersih, Setelah ticha di Okobore dengan banyak makanan, Luffy dan yang lainnya pun dianggap pahlawan oleh para penduduk Okobore dan Luffy mendeklarasikan bahwa dia yang bertanggung jawab atas makanan dan minuman itu.

*
Percakapan Basil Hawkins dengan seseorang

Dan disisay đắm lain Hawkins menerima panggilan dan Hawkins menjelaskan bahwa Holdem telah dikalahkan oleh 3 orang yang merepotkan, belum selesai Hawkins menjelaskan seluruhnya yang menelpon memotong omongan Hawkins mungkin tiba-titía Hawkins mendapat tugas dari yang menelponnya itu dan Hawkins langsung diam mendengar Omonganya itu.

7 Hantu negri Wano


Law pun langsung menjelaskan rencana berikutnya kepada Zoro dan Luffy dan rencamãng cầu itu adalah pergi ke reruntuhan kastil Oden yang beradomain authority di puncak gunung untuk menemui 7 hantu negri Wano, dan Zoro berkata dia kaget pertama kali bertemu mereka(berarti Zoro udah pernah ketemu sama 7 hantu negri Wano.

*
7 Hantu Negri Wano

Dan bisa kita lihat di akhir halaman sepertinya yang adomain authority papan nisan yang bertuliskan momonosuke dan Oden, menurut mimin yang di maksud hantu salah satunya adalah Oden dan sebenarnya Oden tidak mati melainkan bersembunyi di suatu tempat soalnya di situ juga adomain authority papan nisa Momonosuke yang jelas” masih hidup sampai sekarang.

Xem thêm: Tin Học 10 Bài 20 Mạng Máy Tính Tin Học 10 Bài 20: Mạng Máy Tính


Dan di papan nisan itu juga adomain authority nama Kinetháng, Kanjuro dan Raizo yang masih hidup, jadi menurut mimin yang di maksud 7 hantu itu adalah orang yang masih hidup yang sedang bersembunyi seperti Raizo yang bersembunyi di Zou.


Yosh minna…gimana menurut kalian dengan manga One Piece minggu ini ?

Sebenarnya siapage authority yang menelpon Hawkins dan apa yang mereka bicarakan ?Siapa kah yang dimaksud dengan 7 hantu negri Wano ?

Sekutu apa lagi kah yang akan membantu Luffy dan yang lainnya untuk mengalahkan Kaivì ?